TIMES PINRANG, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam penanganan bencana tersebut, yakni penanganan masyarakat terdampak secara maksimal, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pembukaan akses dan perbaikan infrastruktur.
“Yang harus ditangani secara maksimal adalah manusianya, orangnya. Keselamatan dan kondisi warga menjadi prioritas utama,” ujar Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Bencana tanah longsor terjadi pada Jumat (9/1) dan berdampak pada empat desa di tiga kecamatan di Kabupaten Jepara. Salah satu dampak paling signifikan adalah tertutupnya akses menuju Desa Tempur akibat timbunan material longsor.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 13 kepala keluarga di Desa Tempur terdampak kerusakan rumah. BNPB menyatakan siap mendukung pemerintah daerah dalam proses relokasi warga, termasuk membantu pembangunan rumah bagi warga yang dipindahkan ke lokasi aman.
“Tidak harus membangun banyak rumah. Satu atau dua rumah pun tidak apa-apa, yang terpenting masyarakatnya tertangani dengan baik,” katanya.
Selain itu, BNPB memastikan kebutuhan dasar warga terdampak telah terpenuhi. Dalam 24 jam terakhir, bantuan logistik telah disalurkan dan akan terus ditambah apabila masih terdapat kekurangan, baik untuk kebutuhan pangan maupun nonpangan.
“Kebutuhan dasar bukan hanya makan dan minum, tetapi juga pakaian, tempat tidur, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan pencegah penyakit dan cuaca dingin. Semua itu harus dipenuhi,” jelas Suharyanto.
Terkait akses wilayah, BNPB mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang telah mengerahkan alat berat untuk membuka jalan yang tertutup material longsor. BNPB juga menyatakan kesiapan untuk menambah dukungan alat berat serta pembiayaan pembangunan jembatan darurat apabila diperlukan.
Upaya terpadu antara BNPB dan pemerintah daerah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta memastikan aktivitas masyarakat kembali berjalan secara normal. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: BNPB Fokuskan Penanganan Warga dan Akses Wilayah Pascatanah Longsor di Jepara
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |