TIMES PINRANG, BLITAR – Peringatan yang Meninspirasi
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern Indonesia, peringatan Isra' Mi'raj setiap tahunnya selalu menjadi momen yang membawa kedamaian dan refleksi mendalam. Bagi umat Islam, peristiwa yang terjadi pada malam ke-27 bulan Rajab bukan hanya sekadar cerita sejarah, melainkan panggilan untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai manusia dan warga negara Indonesia.
Isra' Mi'raj menjadi tonggak penting karena pada saat itu Allah SWT menetapkan kewajiban Shalat Lima Waktu – ibadah yang tidak hanya menjadi tiang agama, tetapi juga sebagai panduan hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan alam sekitar.
Shalat Sebagai Fondasi Kehidupan
Ketika kita menyebut Isra' Mi'raj sebagai "Ultah Shalat Lima Waktu", ada makna mendalam di baliknya. Seperti halnya ulang tahun yang membuat kita merenungkan perjalanan hidup dan menetapkan target baru, peringatan Isra' Mi'raj mengajak kita untuk mengevaluasi kedisiplinan kita dalam menjalankan shalat.
Di Indonesia, kita bisa melihat betapa kuatnya semangat beribadah umat Islam. Dari masjid-masjid megah di kota hingga mushola sederhana di pelosok desa, masyarakat selalu berkumpul untuk salat berjamaah, terutama pada malam Isra' Mi'raj. Namun, tantangan kita adalah menjaga semangat ini tetap hidup sepanjang tahun.
Shalat tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga sosial. Ketika kita shalat berjamaah, kita belajar untuk hidup berdampingan dengan orang dari berbagai latar belakang – berbeda suku, berbeda profesi, berbeda tingkat ekonomi. Hal ini memperkuat rasa persatuan yang menjadi pondasi bangsa Indonesia yang beraneka ragam.
Kesalehan Ekologis
Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Kita memiliki hutan tropis terluas kedua di dunia, lebih dari 17.000 pulau dengan keindahan alam yang luar biasa, dan keanekaragaman hayati yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Namun, potensi besar ini juga menyertai tanggung jawab besar.
Ajaran Islam tentang kesalehan ekologis sangat jelas. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang baik dalam urusannya dan hemat dalam pekerjaannya." Pesan ini tercermin dalam ajaran untuk tidak menyia-nyiakan air saat berwudhu, bahkan di tempat yang melimpah air.
Di era yang menghadapi perubahan iklim dan kerusakan alam, makna ini semakin relevan. Kita bisa melihat dampak kerusakan alam di sekitar kita – kabut asap akibat kebakaran hutan yang menyebar ke berbagai provinsi, sungai-sungai yang tercemar oleh limbah, hingga terumbu karang yang rusak akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
Isra' Mi'raj harus menjadi titik balik bagi kita untuk mengambil tindakan nyata:
- Di rumah: Hemat penggunaan air dan listrik, kelola sampah dengan benar dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
- Di lingkungan: Ikut program penanaman pohon, jaga kebersihan sungai dan pantai di sekitar kita
- Di tempat kerja/sekolah: Dorong penggunaan bahan ramah lingkungan dan mengurangi limbah plastik
- Dalam aktivitas sehari-hari: Pilih transportasi yang ramah lingkungan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum
Semua tindakan kecil ini jika dilakukan bersama-sama akan memiliki dampak besar bagi kelestarian alam Indonesia untuk generasi mendatang.
Memperkuat Tali Silaturahmi
Nilai sosial dalam ajaran Islam sangat kuat, dan ini sangat sesuai dengan budaya gotong royong yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam hal ini – beliau hidup sederhana namun selalu peduli dengan kesusahan orang lain. Beliau sering berbagi makanan dengan kaum miskin, membantu yatim piatu, dan menjenguk orang sakit.
Di Indonesia yang memiliki tingkat kemiskinan yang masih perlu diperhatikan, serta berbagai tantangan sosial lainnya, kesalehan sosial menjadi sangat penting. Isra' Mi'raj mengajak kita untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga pada ibadah sosial yang memberikan manfaat nyata bagi sesama.
Beberapa cara yang bisa kita lakukan:
- Berbagi dengan yang kurang mampu: Bagi makanan, sembako, atau pakaian yang tidak terpakai dengan tetangga atau komunitas yang membutuhkan
- Membantu kelompok rentan: Berkontribusi pada program yang membantu anak yatim, lansia, atau orang dengan disabilitas
- Menjaga kebersamaan: Jaga hubungan baik dengan tetangga, tolong-menolong dalam kegiatan masyarakat, dan menghindari konflik yang tidak perlu
- Menggunakan sumber daya dengan bijak: Tidak boros dalam konsumsi, karena setiap barang yang kita boroskan bisa menjadi sangat berguna bagi orang lain
Kita harus menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari satu keluarga besar bangsa Indonesia. Kesejahteraan satu orang tidak bisa terlepas dari kesejahteraan orang lain.
Menjadi Khalifah yang Bertanggung Jawab
Isra' Mi'raj membawa pesan yang sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Sebagai umat Islam dan warga negara Indonesia, kita memiliki tanggung jawab ganda: sebagai hamba yang harus taat kepada Tuhan, dan sebagai khalifah yang harus menjaga dan merawat bumi serta sesama manusia.
Mari jadikan peringatan Isra' Mi'raj tahun ini sebagai awal dari perubahan positif dalam diri kita masing-masing. Dengan menggabungkan kesalehan spiritual, ekologis, dan sosial, kita bisa berkontribusi pada pembangunan Indonesia yang lebih baik – Indonesia yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai-nilai budaya dan agama yang kuat, serta peduli dengan alam dan sesama.
Semoga berkah Isra' Mi'raj selalu menyertai kita semua dan tanah air Indonesia yang tercinta. Aamiin.Wallahu A'lam Bisshawab. (*)
* oleh: H.Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan dan Ketua Ta'mir Masjid Al-Musthofa Udanawu Blitar.
*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id
____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Isra' Mi'raj: Mengungkap Makna Dalam Kehidupan Modern Indonesia
| Pewarta | : Imam Kusnin Ahmad |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |